Persiapan Acara Peletakan Batu Pertama Sekolah Mbinudita

September 15, 2020

“Sepanjang sejarah Pulau Sumba, ini adalah pertama kalinya bupati datang tanpa acara yang layak,” kata pejabat dari Desa Praipaha, yang merupakan desa utama Desa Persiapan Mbinudita. Acara ini merupakan acara peletakan batu pertama yang dihadiri oleh Bupati Sumba Timur.

Halo Kawans, teman-teman terkasih, teman-teman,

Pemberitahuan kesediaan waktu kedatangan Bupati Sumba Timur untuk meletakkan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan sekolah cukup mendadak dan tidak memberikan kesempatan bagi tim Komite Pembangunan Sekolah untuk menyiapkan acara dengan standar masyarakat Sumba dengan penuh prosesi adat, keramaian besar dan makanan khas di Sumba.
Namun, acara tersebut tetap harus digelar mengingat hari kerja tim ahli konstruksi yang datang dari luar pulau memiliki waktu yang terbatas, selain itu juga karena Bupati sendiri sudah memiliki jadwal yang padat ke depan yang membuat tidak mungkin untuk mengatur ulang jadwal lagi.

Meskipun keputusan ini membuat Aparat Desa merasa malu karena akan menjadi topik pembicaraan bagi banyak orang yang menganggap penerimaan bupati tidak pantas, perdebatan yang terjadi harus diakhiri karena situasi pandemi menjadi alasan kuat bahwa tidak perlu ada acara berskala besar dengan sejumlah besar massa untuk meletakkan batu terlebih dahulu. Memahami semua keterbatasan dalam kesederhanaan, kurang dari 24 jam sudah cukup untuk menyambut bupati dan mengadakan acara.

Sebagai anggota panitia, Kawan Baik tidak memberitahukan atau mengajak siswa SD Paralel Mbinudita untuk datang ke acara tersebut bahkan yang pertama kali muncul di gedung un-walled yang digunakan sebagai lokasi acara adalah seorang anak kecil berseragam merah putih. Di tangannya, sepotong mie instan dipegang teguh, mungkin orang tuanya menyediakannya sehingga jika dia lapar, dia bisa meminta seorang mama untuk memasaknya di dapur darurat kapan saja. Brian, namanya, berada di 7 di pagi hari di kursi sendirian, menatap fondasi sekolahnya, yang sedang digali. Satu jam kemudian, teman-teman lain muncul satu per satu.

Ketika para siswa datang dan bermain bersama di bukit sekolah, satu per satu para wanita datang dan memasuki dapur lengkap dengan peralatan dapur yang dibawa dari rumah masing-masing. Tidak hanya bermain tetapi anak-anak juga membantu dalam mempersiapkan tempat untuk acara, mereka mengatur kursi dan meja di tempat pertemuan. Tepat setelah mengatur kursi, Kawan Ayu bersama Guru Ester kembali memberikan pemahaman tentang pencegahan Covid-19 kepada siswa. Meskipun sudah disosialisasikan saat program CCC III Sumba digelar, lebih baik mengingatkan anak-anak untuk tetap waspada dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Setelah pengarahan protokol covid, para siswa diajak untuk mengambil sampah di sekitar lokasi.

Detik demi detik berlalu hingga akhirnya satu per satu para tamu undangan berkumpul di area tersebut dan acara siap dimulai. Upacara Peletakan Batu Pertama SD Mbinudita dihadiri oleh Bupati Sumba Timur, Drs. Gideon Mbilijora, M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Sumba Timur yang diwakili oleh Kepala SD Bapak Umbu Ndilu, Perwakilan Dinas PUPR, Komandan Distrik Militer Bapak Marsel dan pejabat daerah yang terdiri dari Kepala Kecamatan Nggaha Ori Angu, Pejabat Desa Persiapan Mbinudita dan Pejabat Desa Praipaha serta Kepala Sekolah SD Waitama yang merupakan afiliasi SD Parallel Mbinudita bersama guru SD dan salah satu tokoh masyarakat, Bapak Marten. Tanpa sambutan tradisional dengan menyelimuti tekstil, tarian tradisional, atau musik, kegiatan ini siap dimulai.

 

Berita Terakhir

Pin It on Pinterest

Shares