Kawan Pintar

Masalah pendidikan di daerah tertinggal

Daerah tertinggal di Indonesia memiliki banyak masalah pendidikan, terutama menyangkut akses pendidikan yang tidak merata, sebagian karena infrastruktur dan sumber daya manusia yang tidak memadai; Penelitian PISA (Program untuk Penilaian Siswa Internasional) menunjukkan tingkat melek huruf Indonesia yang rendah, dibandingkan dengan semua negara lain di dunia. Dalam penelitian yang melibatkan responden anak-anak sekolah berusia 15 tahun, Indonesia berada di peringkat 62 dari 70 negara yang disurvei; CCSU (Central Connecticut State University) merilis ‘World Most Literate Nations’ pada bulan Maret 2016.

Peringkat perilaku literasi didasarkan pada lima indikator kesehatan literasi negara, yaitu perpustakaan, surat kabar, pendidikan, dan ketersediaan komputer. Survei ini menempatkan Indonesia di posisi ke-60 dari 61 negara peserta; Selanjutnya, program wajib belajar 12 tahun yang diluncurkan oleh pemerintah Indonesia belum dioptimalkan karena kurangnya infrastruktur dan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menyediakan akses ke pendidikan yang layak bagi orang yang tinggal di daerah tertinggal; Dengan semua keterbatasan pemerintah dalam mengatasi masalah-masalah ini, perlu bagi lembaga non-pemerintah, masyarakat atau swasta untuk berkontribusi dalam memberikan solusi untuk memfasilitasi, serta akses untuk mendukung pendidikan bagi masyarakat di daerah tertinggal

Kawan Baik
Indonesia

Kami telah melihat bagaimana ini mengubah segalanya. Anak-anak tetap bersekolah. Orang hidup lebih lama, lebih sehat, lebih produktif, dengan lebih banyak waktu untuk bekerja, bermain, dan hanya menghabiskan waktu bersama.

Bersama Kita Pintar

Visi dan Misi di bidang pendidikan yang ingin kami capai di bawah KBI Kawan Pintar (teman cerdas) adalah:

  1. Membangun komunitas yang mampu keluar dari kemiskinan dengan memaksimalkan potensi mereka;
  2. Membantu mewujudkan masyarakat yang cerdas dan berpendidikan;
  3. Untuk mencapai visi kami, kami akan melakukan tindakan berikut:
    • Memberikan pengetahuan dan pengembangan kapasitas melalui program pendidikan non-formal untuk anak-anak usia sekolah dengan menyelenggarakan pelatihan dan lokakarya;
    • Memberikan keterampilan lain yang bermanfaat untuk menambah wawasan dan kemampuan khusus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi masyarakat secara umum dengan menyelenggarakan pelatihan dan lokakarya;
    • Meningkatkan tingkat membaca membaca untuk anak-anak pada khususnya, dan di masyarakat pada umumnya, dengan membangun atau meningkatkan fasilitas yang ada untuk mendukung kegiatan belajar, termasuk perpustakaan dan komunitas membaca / klub;
    • Berkontribusi pada bantuan bencana dengan mengorganisir kegiatan yang berfokus pada penyembuhan trauma dalam situasi bencana.
      Program yang ditawarkan untuk solusi dalam jangka pendek hingga menengah
    • Dengan memaksimalkan potensi teman yang menjadi anggota KBI, dengan melihat dari dekat dan menyesuaikan kondisi di daerah tertinggal.