Comments Box SVG iconsUsed for the like, share, comment, and reaction icons
In outlining his theory of religion, 19th century sociologist Emile Durkheim wrote of a phenomena he called Collective Effervescence. It refers to moments in societal life when people come together in some shared ritual or action, where an electricity is created and released. This impersonal, extra-individual force, transports the individuals into a new, ideal realm, lifts them up outside of themselves, and makes them feel as if they are in contact with an extraordinary energy.
.
Durkheim saw these moments of collective unity as central to religion, but in our modern, secularised lives many have noted we experience this phenomena in new and non-religious contexts - and music is often the essential element. 
.
Effervescence was in the air last night @rumahsanur as local musicians, artists, activists and NGOs came together to raise funds for @fairfuturefoundation and @kawanbaikindonesia who are supporting a community-led build of a school in Sumba. Beyond the good intentions of the nights activities, it was a moment for some phenomenal local artists to commiserate and pour out their creative energies in a response to these difficult times. Like many in Bali, these artists are struggling with the dead stop of the entertainment industry.
.
Under the masterful curation of @pohontuacreatorium, what emerged was a ritual of art and resilience and a display of the strength that thrives in creative & inclusive communities. There were a few teary eyes and tender hearts showing last night and it sure felt we were experiencing some extraordinary energy. Hormat and suksma to all the incredible artists who poured their hearts out on stage: @truedyduality @soulandkith @soulfoodmusic_ @wearemanja @ardonik_makjinia @teaterkalangan. 
.
#music #inclusivecommunities #bali #indonesia #art #artcollective #local #indie #solidarity #community #collectiveeffervescence 

Reposted from @kelli_swazey

In outlining his theory of religion, 19th century sociologist Emile Durkheim wrote of a phenomena he called Collective Effervescence. It refers to moments in societal life when people come together in some shared ritual or action, where an 'electricity' is created and released. This "impersonal, extra-individual force, transports the individuals into a new, ideal realm, lifts them up outside of themselves, and makes them feel as if they are in contact with an extraordinary energy."
.
Durkheim saw these moments of collective unity as central to religion, but in our modern, secularised lives many have noted we experience this phenomena in new and non-religious contexts - and music is often the essential element.
.
Effervescence was in the air last night @rumahsanur as local musicians, artists, activists and NGOs came together to raise funds for @fairfuturefoundation and @kawanbaikindonesia who are supporting a community-led build of a school in Sumba. Beyond the good intentions of the night's activities, it was a moment for some phenomenal local artists to commiserate and pour out their creative energies in a response to these difficult times. Like many in Bali, these artists are struggling with the dead stop of the entertainment industry.
.
Under the masterful curation of @pohontuacreatorium, what emerged was a ritual of art and resilience and a display of the strength that thrives in creative & inclusive communities. There were a few teary eyes and tender hearts showing last night and it sure felt we were experiencing some "extraordinary energy". Hormat and suksma to all the incredible artists who poured their hearts out on stage: @truedyduality @soulandkith @soulfoodmusic_ @wearemanja @ardonik_makjinia @teaterkalangan.
.
#music #inclusivecommunities #bali #indonesia #art #artcollective #local #indie #solidarity #community #collectiveeffervescence

Reposted from @kelli_swazey
... See MoreSee Less

5 days ago

Kawan Baik Indonesia

The Participles Vol. 02
Art Exhibition

Berbeda dari event pameran yang sebelumnya digelar di @rumahsanur biasanya memanfaatkan venue outdoor, kali ini kita khusus menggunakan Maestro Room, yang ditata ulang spacenya dengan penambahan spotlight pada artwork.

"Sorrow" masterpiece artwork dari @soulandkith menjadi karya yang masuk sebagai highlight utama, dengan sentuhan @aik.krisnayanti dan @ardybolank yang collabs dalam satu kanvas. Diluar itu, keduanya menampilkan karya masing2 yang ditempatkan senada. Karya mereka merespon dari musik mereka sendiri.

Tampil kembali 2 lukisan besar Hyena, yang merupakan kolaborasi performance art painting oleh @dialogdinihari , @madebayak dan @erickest .

Karya-karya mereka dilelang secara online melalui platform @kawanbaik.co dengan durasi hingga 2 minggu ke depan, dan sebagian besar karya yang dilelang, hasil penjualannya akan disumbangkan untuk membantu pembangunan sekolah Mbinudita, Sumba.

Selain lukisan, ada pameran foto tentang "Bangun Mbinu Dita". Foto-foto tentang Sekolah Mbinudita, baik sebelum hingga roboh, lalu bagaimana proses berlangsungnya pembangunannya saat ini dimana adanya kekuatan kolaborasi untuk bekerja bersama warga yang antusias walaupun bekerja tanpa mendapat kontraprestasi rupiah demi terbangunnya sekolah untuk anak-anak mereka dan ruang publik untuk komunitas warga berkumpul.

Iya, semua karya adalah tentang kolaborasi...
Berkumpulnya satuan energi baik, akan menghasilkan karya besar.

Bagi yang belum sempat, bisa mampir langsung ke @rumahsanur
Maestro room.

Terima kasih kepada @pohontuacreatorium yang telah menggagas acara keren ini.

Artwork catalog, atau kalau mau donasi langsung, bisa scan QRcode atau QRIS yang ada di pintu masuk.

#Sorrow #Hyena
#BangunMbinudita
#pohontuacreatorium
#theparticiplesvol2
... See MoreSee Less

5 days ago

Kawan Baik Indonesia

The Participles Vol.02
Event by @pohontuacreatorium

Lantunan musik yang fresh terdengar dibawakan mayoritas para musisi muda, menggetarkan @rumahsanur malam ini.

Adanya acara ini, seperti berusaha membangkitkan kelesuan dan matinya panggung pertunjukan di masa pandemi yang juga sekaligus berdampak untuk para pelaku di dalamnya.

Tidak hanya musik, malam ini juga disuguhi puisi, teater, dan art exhibition.
Dadang Pranoto a.k.a pohon tua lebih banyak sembunyi dibalik ampli dan layar monitor

@alexwettstein dari @fairfuturefoundation dan mewakili @kawanbaikindonesia sempat juga diberi kesempatan untuk mengenalkan proyek pembangunan sekolah Mbinudita, di Sumba Timur yang sedang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Beberapa musisi, dan audiens yang hadir juga menyambut baik itikad untuk mendukung pembangunan sekolah anak-anak Sumba di rural area

#pohontuacreatorium
#theparticiplesvol02
... See MoreSee Less

Pada nungguin gak sih? Mohon dibaca caption dengan sebaik-baiknya.
Registrasi adalah wajib.
Memakai masker adalah wajib, dan mohon mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.
Kali ini serius.

The Participles Vol.02
Sabtu, 12 September 2020
Start 4PM
@rumahsanur
FREE (limited)
REGISTRASI Link bit.ly/TheParticiples02 - ketuk tautan di bio.

@truedyduality
@soulandkith
@soulfoodmusic_
@wearemanja

Dibuka oleh @ardonik_makjinia & @ricomahesi

Didukung oleh
@focusproind
@balirevival2020
@kawanbaikindonesia
@fairfuturefoundation

Reposted from @pohontuacreatorium
... See MoreSee Less

Peletakan batu pertama oleh Bupati Sumba Timur beserta jajaran kepala dinas Pemda Kabupaten Sumba Timur telah dilakukan.

Ditandatangani juga nota kesepakatan antar para pihak kolaborator yang bekerja bersama untuk mengiring terbangunnya dan terpeliharanya SD Mbinudita.

Dengan berkolaborasi, bekerja bersama mengeyampingkan ego dan kepentingan pribadi atau golongan, kami optimis semua dapat terwujud sesuai dengan harapan untuk semua.

#BangunMbinuDita #sumba
... See MoreSee Less

Load more

Pin It on Pinterest

Shares